Minggu, 30 Agustus 2020

TIPE SIRIP EKOR IKAN

 

Tipe Sirip Ekor Ikan

27JUN
Kita sering memakan ikan, tapi tentu diantara kita tidak tahu nama tipe ekor ikan tersebut. Simak yah tipe-tipe ekor ikan.
  1. Type Protocercal yaitu akhir columna vertebralis sampai ujung ekor dan ekor berujung tumpul
  2. Type Diphicercal, yaitu akhir columna vertebralis sampai ujung ekor dengan bentuk ujung runcing
  3. Type Homocercal yaitu bila columna vertebralis berakhir tidak persis di ujung ekor, tapi agak membelok sedikit, tapi ujung membagi diri menjadi dua bagian yang sama
  4. Type Heterocercal yaitu bila columna vertebralis berakhir menjorok ke salah satu ujung ekor yang membagi diri menjadi dua tidak sama panjangnya

Homocercal merupakan bentuk pinna caudalis yang berlekuk atau tidak dan ditunjang oleh jari-jari sirip ekor
Contoh pada ikan
Xiphias gladius                                    : ikan pedang
Makaira indica                                    : marlin hitam
Makaira mazara                                 : marlin biru
Tetrapturus audax                              : marlin loreng
Tetrapturus albidus                             : marlin putih

Diphycercal Merupakan bentuk pinna caudalis yanmembulat atameruncingsimetrisdengan ruas vertebrae terakhir tidak mencapai ujung sirip
Contoh pada ikan
Petromyzon marinus                           : lamprey
Latimeria menadoensis                       : ikan purba Coelacanth
Anguila anguila                                   : sidat
Lepidosirenidae                                   : ikan paru-paru
Lepidogalaxious salamandroides       : ikan salamander

Protocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang tumpul dan simetris dimana columna vertebralis terakhir mencapai ujung ekor
Contoh pada ikan
Lobotes surinamensis                         : ikan daun
Hypothalmchtys molitrik                    : ikan mola
Astronotus ocellatus                           : ikan Oscar
Lamprologus leleupi                           : ikan lemon
Johnius dussumieri                              : ikan tigawaja

Heterocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang simetris dengan sebagian ujung ventrallebih pendek
Contoh pada ikan
Rhincodon typicus                               : hiu paus
Cetorhinus maximus                           : hiu jemur
Carcharinus milberti                           : hiu pasir
Hemigaleus balfouri                            : cucut
Sphyrna blochii                                   : cucut martil


TIPE MULUT IKAN

 TIPE MULUT IKAN


                    

Mulut ikan terdiri dari berbagai jenis dan bentuk yang menunjang untuk dalam makan. Ikan predator umumnya memiliki mulut yang besar, gigi tajam. 
Mulut ikan berdasarkan letaknya di bagi atas 4 yaitu :

    1. Mulut terminal 
Mulut mengarah lurus ke depan dan mulut ini merupakan tipe mulut yang paling umum. Mulut ikan ini terletak di tengah dari kepala dan mengarah ke depan. Mulut dengan tipe terminal mencari makan di tengah perairan dan bisa juga mengambil makanan di berbagai lokasi. Spesies ini biasanya omnivora, memakan segalanya. Contoh ikan mas, gurami.
                        
                                   

    2. Subterminal
Mulut ikan terletak di tengah kepala. Mulut ini mengarah ke bawah.  Kedua rahang atas dan rahang bawah memiliki ukuran yang sama. Ikan dengan mulut inferior biasanya mencari makan di dasar perairan. Contoh ikan setuhuk putih.
                           

    3. Superior 
Mulut ikan terletak di ujung bagian atas.  Mulut ini mengarah keatas, dengan mulut digambarkan terbalik. Tipe mulut ikan ini mempuntai rahang bawah lebih pendek daripada rahang atas. Biasanya tipe ikan ini mencari makan di daerah permukaan air. Mereka mengendap-endap dan menunggu mangsa muncul diatas mereka kemudian menangkap dengan tiba-tiba. Contoh ikan julung-julung. 
                                    

                             
    4. Inferior
Mulut ikan terletak di bawah kepala. Mulut tipe ini mengarah ke bawah. Rahang bawah lebih pendek daripada leher atas.  Ikan dengan mulut inferior biasanya menagambil makan di dasar perairan. Banyak dari anggota famili catfish memiliki tipe mulut ikan seperti ini. Contoh ikan lele.
                                    
 

TIPE SISIK IKAN

 TIPE SISIK IKAN

Dalam bagian ini kita akan membahas tentang morfologi khas pada ikan. Morfologi ikan yang khas ada pada bentuk tubuh ikan dan tipe sisi ikan. Tipe sisik ikan terdiri atas sebagai berikut :

1.PLACOID
     Sisik tipe ini dijumpai pada ikan Chondrichthyes seperti ikan hiu dan pari. Sisik ini sering disebut “dermal denticle” meskipun secara harfiah artinya kurang sesuai dengan maksudnya. Hal ini dikarenakan pengertian tersebut lebih sesuai jika digunakan pada gigi mamalia. Sisik plakoid sendiri berbentuk segitiga yang bagian basalnya mendatar dan menempel pada lapisan dermis serta ujung yang menonjol menghadap ke arah posterior.
     Pada lapisan terluar sisik plakoid memiliki susunan enamel keras seperti vitrodentine yang merupakan komponen nonselular yang berasal dari derivat lapisan ektoderm yang kandungan organiknya rendah. Adapun pada bagian ujung dari sisik terdapat rongga yang penuh dengan pembuluh darah kapiler. Struktur inilah yang mirip seperti pada gigi mamalia sehingga sisik plakoid dikatakan sebagai “dermal denticle”. Pada saat pertumbuhan sisik tidak mengalami penambahan ukuran, namun sebagai gantinya sisik baru akan menggantikan sisik yang lama. Pada gigi elasmobranchi diyakini sebagai derivat dari plakoid dan memiliki homologi dengan struktur gigi pada semua vertebrata. Contoh dari hewan yang mempunyai sisik tipe ini adalah ikan hiu dan ikan pari.
                       
Gambar sisik placoid (sisi dorsal dan sisi ventral)
2.GANOID
      Ganoid : berbentuk belah ketupat di tengah Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan Scaphyrynchus (Chondrostei). Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik, kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine, dan lapisan yang paling dalam adalah isopedine. Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas. Ikan bersisik type ini adalah antara lain, Polypterus, Lepisostidae, Acipenceridae dan Polyodontidae. Tipe sisik ikan terdapat pada ikan purba dan umumnya sudah punah.

3.CTENOID
     Pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei, Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah, tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis, fleksibel dan transparan. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. Contoh ikan mola-mola.

Gambar bentuk sisik ctenoid


Gambar Ikan Mola-mola (sunfish)


4.CYCLOID
     Cycloid : pertumbuhan berlangsung dengan membentuk lingkaran tambahan yang konsentris. Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei, tidak di lengkapi dengan gerigi kecil pada sisik. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah, tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis, fleksibel dan transparan. Contoh ikan dengan tipe sisik cycloid adalah ikan salmon, ikan mas.
Sisik sikloid
5. COSMOID
            Cosmoid adalah tipe yang sulit ditemukan, dan pada umumnya pada ikan yang sudah punah dan primitf. Salah satu ikan dipnoi dan Crossopterigy adalah adalah salah satu jenis ikan yang memiliki tipe sisik ini. Lapisan sisik ikan ini terdiri dari Vitrodentine (dilapisi semacam enamel), cosmine (nonseluler dan lapisan terkuat) dan isopedine (materialnya terdiri dari substansi tulang). Ikan ini memiliki sisik pada lapisan bawah. Contoh ikan Latimeria chelumnae.
Gambar tipe sisik cosmoid



Tipe tipe sisik

Selasa, 18 Agustus 2020

JARINGAN TUMBUHAN

 JARINGAN TUMBUHAN


Sel tumbuhan yang telah terdiferensiasi akan berkelompok membentuk jaringan sesuai dengan bentuk dan fungsinya. Pengelompokan jaringan tumbuhan didasarkan pada bentul sel, letak, fungsi, asal, serta tingkat perkembangannya. Berdasarkan hal-hal tersebut, jaringan pada tumbuhan meliputi jaringan meristem dan jaringan permanen

Fungsi Jaringan pada Tumbuhan

  1. Melindungi bagian tubuh tumbuhan.
  2. Membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
  3. Memperkuat tubuh tumbuhan.
  4. Membantu mengedarkan sari-sari makanan atau zat-zat yang terdapat pada tumbuhan ke seluruh tubuhnya.
  5. Membantu menyimpan cadangan makan pada tumbuhan.
  6. Mendukung segala aktivitas tumbuhan.

Struktur Jaringan Tumbuhan

1. Jaringan Meristem

  • Jaringan meristem tersusun atas sekelompok sel yang tetap dalam masa pertumbuhan dan terus-menerus akan membelah.
  • Ciri-ciri jaringan meristem adalah sebagai berikut :
    1. Tersusun atas sel-sel muda yang sedang dalam fase pembelahan dan pertumbuhan.
    2. Umumnya tidak ada ruang antarsel.
    3. Bentuk sel bulat, lonjong, atau poligonal dengan susunan dinding sel yang tipis.
    4. Masing-masing sel kaya akan sitoplasma dan mengandung satu atau lebih dari satu inti sel.
  • Berdasarkan cara terbentuknya, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
    1. Promeristem, telah ada ketika tumbuhan masih dalam masa embrio.
    2. Meristem primer, jaringan yang aktif membelah, terdapat pada ujung batang, ujung akar, dan kuncup tumbuhan dewasa. Menyebabkan pertambahan panjang tumbuhan.
    3. Meristem sekunder, terbentuk dari jaringan meristem primer. Menyebabkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.
  • Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
    1. Meristem apikal, terdapat di ujung akar dan ujung batang tumbuhan. Menghasilkan pertambahan tinggi dan panjang tumbuhan (pertumbuhan primer).
    2. Meristem lateral, berada sejajar dengan lingkaran ditemukannya organ. Menghasilkan pertumbuhan sekunder.
    3. Meristem interkalar, terdapat diantara ruas-ruas batang menghasilkan pertambahan panjang pada ruas-ruas batang.

2. Jaringan Permanen

  • Jaringan meristem baik yang merupakan primer atau sekunder akan berdiferensiasi menjadi jaringan permanen. Nantinya, jaringan permanen tidak tumbuh dan memperbanyak diri lagi.
  • Berdasarkan fungsinya, jaringan permanen dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut (xilem dan floem), dan jaringan gabus.

Macam-macam Jaringan Tumbuhan

1. Jaringan Epidermis (Jaringan Pelindung)

  • Merupakan jaringan terluar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan.
  • Ciri-ciri jaringan epidermis :
    1. Bentuk sel seperti balok.
    2. Umumnya terdiri dari satu lapisan.
    3. Terletak pada lapisan paling luar.
    4. Tidak berklorofil kecuali pada sel penjaga stomata.
    5. Tersusun atas sel-sel hidup.
    6. Dinding sel bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan
  • Berfungsi untuk melindungi jaringan lainnya.

2. Jaringan Parenkim (Jaringan Dasar)

  • Merupakan jaringan yang terbentuk dari meristem dasar dan memiliki bentuk serta fungsi yang bervariasi.
  • Ciri-ciri jaringan parenkim :
    1. Sususan sel tidak rapat.
    2. Tidak selalu berkloroplas.
    3. Tersusun atas sel-sel hidup.
    4. Letak inti sel mendekati dasar sel.
    5. Mampu bersifat meristematik karena dapat membelah diri.
    6. Memilki banyak vakuola.
    7. Ukuran selnya besar.
    8. Terdapat banyak rongga antarsel.
  • Berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi :
    1. Parenkim palisade, bentuknya memanjang dan tegak.
    2. Parenkim bunga karang, bentuknya menyerupai bunga karang.
    3. Parenkim bintang, bentuknya menyerupai bintang dengan ujung jaringan saling berhubungan.
    4. Parenkim lipatan, bentuk dinding sel melipat ke dalam.
  • Berdasarkan fungsinya, jaringan parekim dibedakan menjadi :
    1. Parenkim fotosintesis, didalamnya terdapat sel yang mengandung krorofil disebut klorenkim.
    2. Parenkim penyimpanan bahan makanan.
    3. Parenkim penyimpanan air.
    4. Parenkim penyimpanan udara, didalamnya terdapat sel yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim.
    5. Parenkim transportasi.

3. Jaringan Penyokong (Jaringan Penunjang)

  • Merupakan jaringan yang memiliki dinding yang tebal untuk menunjang tubuh tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh.
  • Terdiri dari jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
    1. Jaringan Kolenkim
      • Merupakan jaringan penguat pada organ tumbuhan yang masih aktif dalam pertumbuhan dan
      • Ciri-ciri jaringan kolenkim :
        1. Tersusun dari sel-sel hidup.
        2. Bentuk sel memanjang.
        3. Terdapat pada batang, daun, bunga, dan buah tumbuhan yang masih muda dan belum berkayu.
        4. Memiliki dinding sel yang lunak, lentur, dan tidak berlignin.
        5. Dinding selnya mengalami penebalan yang tidak teratur.
        6. Sebagian besar dinding sel terdiri dari senyawa selulosa.
    1. Jaringan Sklerenkim
      • Merupakan jaringan penguat pada organ tumbuhan yang sudah tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
      • Ciri-ciri jaringan sklerenkim :
        1. Tersusun dari sel-sel mati.
        2. Mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya kuat dan keras.
        3. Tidak mengandung protoplas.
        4. Dinding sel tebal.
      • Berdasarkan bentuknya, sel sklerenkim dibedakan menjadi :
        1. Sklereid (sel batu), sel mati, berbentuk bulat, dan berdinding keras (tahan terhadap tekanan).
        2. Fiber (serabut sklerenkim), berbentuk panjang, terdapat pada permukaan batang.
jaringan tumbuhan parenkim kolenkim sklerenkim

Jaringan Parenkim, Kolenkim, dan Sklerenkim
Sumber gambar: qsstudy.com


4. Jaringan Pengangkut

  • Merupakan jaringan yang bertugas untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
  • Jaringan pengangkut terdiri dari :
    1. Jaringan Xilem (Pembuluh Kayu)
      • Tersusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xilem, parenkim kayu, dan sklerenkim kayu.
      • Berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju daun.
    1. Jaringan Floem
      • Tersusun oleh sel tapis, pembuluh tapis, sel pengiring, sel parenkim kayu, dan sklerenkim kayu
      • Berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.
  • Xilem dan floem membentuk suatu ikatan pembuluh pengangkut, yaitu :
    1. Ikatan pembuluh kolateral, xilem dan floem letaknya bersebelahan dalam suatu jari-jari. Berdasarkan keberadaan kambium, ikatan pembuluh kolateral terbagi atas :
      • kolateral terbuka, diantara xilem dan floem terdapat kambium.
      • kolateral tertutup, diantara xilem dan floem tidak terdapat kambium.
    1. Ikatan pembuluh bikolateral, xilem diapit floem, terletak pada radius yang sama.
    2. Ikatan pembuluh konsentris, xilem dan floem berbentuk cincin silindris. Terdapat dua bentuk dalam ikatan pembuluh konsentris, yaitu amfikribal (floem mengelilingi xilem) dan amfivasal (xilem mengelilingi floem)
    3. Ikatan pembuluh radial, xilem dan floem letaknya bersebelahan, namun tidak dalam jari-jari yang sama.
pembuluh xilem dan floem

Pembuluh Xilem dan Floem
Sumber gambar: vivadifferences.com


5. Jaringan Gabus

  • Merupakan jaringan yang bertugas melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air.
  • Terbentuk dari kambium gabus atau felogen. Pembentukan jaringan ke arah dalam berupa sel hidup atau disebut dengan feloderm, sedangkan pembentukan jaringan ke arah luar berupa sel mati atau disebut dengan felem.
jaringan gabus

Jaringan Gabus
Sumber gambar: Diastuti, R. 2009.

Sabtu, 08 Agustus 2020

MORFOLOGI IKAN

 MORFOLOGI IKAN

(BENTUK LUAR TUBUH IKAN)


Ikan merupakan salah satu hewan dengan kandungan gizi yang tinggi, maka tidaklah heran hewan air ini menjadi favorit banyak orang. Bahkan di negara-negara maju seperti hal Jepang dan Korea, konsumsi ikan begitu tinggi. Barang kali itu yang menyebabkan otak mereka cerdas.

Pada umumnya ikan memiliki tiga bagian tubuh, meliputi:

Bagian Kepala (Caput)

Bagian badan atau caput meliputi dari ujung bagian insang belakang sampai permulaan sirip belakang. Bagian kepala ikan meliputi, mulut, mata, insang, tutup insang, otak serta hidung.

Bagian Badan (Trucus)

Bagian badan atau trucus merupakan bagian yang berada di tengah-tengah ikan, meliputi seluruh sirip yang dimiliki ikan hingga alat pencernaan dan organ dalam ikan. Seperti hati, jantung, empedu, usus dan lain sebagainya.

Bagian Ekor (Cauda)

Bagian ekor atau cauda merupakan bagian ujung paling belakan, yang memiliki fungsi sebagai alat pembantu dalam bergerak.

Pada bagian ini terdapat sirip ekor dan anus.

Pada dasarnya ikan memiliki tubuh yang berbeda dan variatif tergantung jenis ikan, misal ikan tampak biasanya memiliki ukuran tubuh yang cendrung lebih pendek dibandingkan dengan ikan laut.

contoh ikan air laut : ikan tuna

morfologi ikan, klasifikasi ikan, bagian tubuh ikan

morfologi ikan tuna

ikan tongkol memiliki sirip punggung pertama berjari-jari keras sebanyak 10 ruas, sedangkan yang kedua berjari-jari lemah sebanyak 12 ruas, dan terdapat enam sampai sembilan jari-jari sirip tambahan. Terdapat dua tonjolan antara kedua sirip perut. Sirip dada pendek dengan ujung yang tidak mencapai celah diantara kedua sirip punggung. Sirip dubur berjari-jari lemah sebanyak 14 dan memiliki 6-9 jari-jari sirip tambahan. Sirip-sirip kecil berjumlah 8-10 buah terletak di belakang sirip punggung


Contoh ikan air tawar : ikan mas

bagian tubuh ikan mas

Morfologi Ikan Mas

  • Ikan mas sendiri memiliki tubuh yang memanjang, ikan ini masih satu keluarga dengan ikan nila atau mujair. Memiliki tubuh yang sedikit pipih, serta bagian mulut terletak pada bagian tengah.
  • Sedangan untuk bagian mulut, ikan mas memiliki gigi kerongkongan yang terletak pada bagian atas.
  • Untuk sirip, ikan mas memiliki sirip memanjang, yang terletak pada permukaan bagian tubuh.
  • Ikan mas memiliki insang pada bagian depan, dengan pembagian 3 jenis yaitu, tukang lengkung insang, insang tapis, serta lembaran daun insang.
  • Terakhir, yaitu iakan mas ternyata tida memiliki lambung asli, hanya memiliki lambung palsu sebagai tempat menyimpan makanan.

Selasa, 04 Agustus 2020

SEL

  • Definisi Sel & Sejarahnya

Sel adalah satuan unit terkecil makhluk hidup yang merupakan dasar penyusun bagian-bagian tubuh. Sel pertama kali diobservasi dan diidentifikasi oleh fisikawan Inggris bernama Robert Hook pada tahun 1665. Kemudian, dua ilmuwan Jerman – Schwann dan Schleiden mengemukakan prinsip dasar baru sel pada tahun 1893. Teori mengenai sel terdiri dari 3 prinsip berikut:

  1. Semua makhluk hidup tersusun dari satu sel atau lebih
  2. Sel adalah unit dasar dari struktur dan fungsi pada makhluk hidup
  3. Sel-sel lainnya berasal dari proses penggandaan (replikasi) sel yang telah ada sebelumnya

 Tipe-Tipe Sel

Sel dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu eukariot dan prokariot. Tipe sel eukariot merupakan sel yang memiliki inti sel (nukleus). Sementara prokariot dikenal sebagai sel yang tidak memiliki nukleus.

ORGANEL SEL

Nukleus

Nukleus merupakan inti sel yang menjadi pusat dari semua komdando seluruhnya. Jika dalam tubuh manusia, nukleus ini bisa dikatakan sebagai otak yang menjadi pusat segalanya. Organel sel yang satu ini memiliki fungsi menyimpan DNA sel. Tak hanya itu, nukleus ini juga memiliki peran lainnya antara lain seperti mengontrol segala aktivitas yang dilakukan di dalam sel. Meliputi pertumbuhan hingga metabolisme sel.

Mitokondria

Kemudian ada organel sel mitokondria yang memiliki peran serta fungsi sebagai pusat energi. Dalam organel sel mitokondria, adanya glukosa yang masuk ke dalam tubuh akan diolah sehingga membentuk molekul energi. Molekul energi tersebut juga dikenal dengan nama adenosine trisofat atau ATP. Adenosine trisofat (ATP) inilah yang nantinya akan menjadi bahan bakar sel guna menjalankan segala fungsinya.

Ribosom

Selanjutnya ada ribosom, yang merupakan pabrik protein dalam sel itu sendiri. Diketahui, protein adalah zat atau komponen penting yang berguna agar sel mampu bertahan hidup. Protein akan diolah serta disintesis oleh organel sel ribosom ini sesuai dengan instruksi dari RNA.

Membran Plasma

Membran plasma sendiri merupakan lapisan yang berguna memisahkan sel dari lingkungan sekitar. Adanya lapisan ini juga memiliki fungsi sebagai pelindung sel serta menjadi sarana pindah keluar dan masuknya material sel. Membran plasma memiliki sitoplasma atau cairan tempat organel-organel sel lainnya berada. Sitoplasma tersebut terdapat di dalam membran plasma itu sendiri, yang juga merupakan tempat aktivitas sel secara mayoritas.

Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma atau biasa disebut dengan RE terdiri dari bagian kasar dan juga halus. RE kasar memiliki fungsi dalam membantu produksi protein terutama yang akan di ekspor ke luar sel. Sementara RE halusnya memiliki fungsi untuk memproduksi lemak atau lipid. 

Aparatus Golgi

Jika pada nantinya protein yang berasal dari RE kasar ini masih memerlukan modifikasi atau pengolahan lanjutan, maka komponen tersebut akan dipindahkan menuju aparatus golgi. Kemudian, melalui bagian itulah protein dapat diekspor menuju ke luar sel.

Peroksisom

Ketika asam lemak memasuki sel, maka komponen tersebut akan dipecah agar dapat digunakan, proses pemecahan tersebut akan menghasilkan sisa-sisa yang harus disingkirkan, ketika itulah peroksisom akan berfungsi. Organel sel peroksisom ini juga memeiliki fungsi melindungi tubuh dari molekul Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat menghancurkan sel. ROS memang akan dihasilkan oleh sel sebagai produk metabolisme dalam kondisi normal, namun jika seseorang mengonsumsi obat-obatan terlarang, sering terpapar radiasi hingga merokok aktif mampu membuat jumlah ROS meningkat, sehingga mengakibatkan kerusakan sel terjadi.

Lisosom

Selanjutnya ada organel sel yang bernama lisosom. Organel sel lisosom ini merupakan pusat daur ulang sel. Lisosom ini berisikan enzim guna memecah berbagai komponen yang melewati membran sel. Tak hanya itu organel sel ini juga akan memilah komponen-komponen itu sehingga dapat digunakan kembali.

plastida

Plastisida merupakan organel sel yang khas terdapat pada tumbuhan. Organel sel ini terdiri dari tiga jenis yakni, kloroplas, kromoplas dan leukoplas. Kloroplas sendiri adalah bagian organel sel dengan pigmen-pigmen yang digunakan tumbuhan untuk berfotosintesis, yakni klorofil (hijau daun) dan karotenoid atau zat kuning pada daun. Sedangkan kromoplas merupakan jenis plastida tak mengandung klorofil dan biasanya bagian ini berwarna kuning, merah, oranye atau bahkan cokelat, kromoplas berfungsi menarik serangga agar membantu proses penyerbukan. Sedangkan leukloplas adalah bagian yang tak mengandung zat warna sama sekali, ia memiliki fungsi guna menyimpan cadangan makanan dan hanya ada pada bagian tumbuhan yang tak terkena cahaya seperti akar dan umbi.

Dinding Sel

Dinding sel adalah bagian yang berada di luar membran sel. Organel sel ini begitu khas pada sebuah tumbuhan. Dinding sel sendiri merupakan organel sel yang memiliki fungsi untuk mencegah sel agar tak terlalu menyerap banyak air.

sitoskeleton

Sitoskeleton adalah serat protein yang berada di sitoplasma. Organel sel ini memiliki fungsi mengatur geraknya dan stabilitas sel itu sendiri. Sitoskeleton terdiri dari tiga komponen utama yakni mikrotubulus, intermediate filamen dan mikrofilamen.

Vakuola

Organel sel selanjutnya yang begitu khas pada tumbuhan adalah vakuola. Organel sel ini berisi cairan yang didalamnya terdapat mineral, asam, gula hingga bahan lainnya yang dibutuhkan oleh sel.

Sentriol

Sentriol ini merupakan organel sel yang terdapat pada jamur dan hewan. Ia memiliki fungsi dalam melakukan proses pembelahan sel. Selain itu, ia juga berfungsi melakukan proses pergerakan kromosom serta pergerakan sel.

UNTUK PR SILAHKAN KEMBALI BUKA LINK KOLOM TUGAS KELAS..